“Salah seorang rekanku yang bisa dipercaya bercerita kepadaku, bahwa
suatu malam saat ia sedang bertugas di rumah sakit , ada seorang pasien
yang meninggal dunia, maka ia segera memastikan akan kematian pasien
tersebut, ia meletakkan stetoskop di atas dadanya hingga ia mendengarkan
suara,‘Allahu akbar, Allahu akbar, Asyhadu alla ilaha illallah’…
Ia berkata, “Saya rasa adzan subuh”. Kemudian saya bertanya kepada perawatnya, “Jam berapa sekarang?” ia menjawab,”Jam satu malam.”
Saya tahu bahwa saat ini belum tiba saatnya adzan subuh, kemudian saya kembali meletakkan stetoskop di atas dadanya dan
saya kembali
mendengarkan adzan tersebut selengkapnya.Ia berkata, “Saya rasa adzan subuh”. Kemudian saya bertanya kepada perawatnya, “Jam berapa sekarang?” ia menjawab,”Jam satu malam.”
Saya tahu bahwa saat ini belum tiba saatnya adzan subuh, kemudian saya kembali meletakkan stetoskop di atas dadanya dan
Saya bertanya kepada keluarga orang ini, tentang keadaanya semasa hidup, mereka menjelaskan, “Ia bekerja sebagai muadzin pada sebuah masjid, biasanya ia datang ke masjid seperempat jam sebelum tiba waktunya atau kadang lebih awal lagi, ia selalu mengkhatamkan Al Qur’an dalam tiga hari dan sangat menjaga lisannya dari kesalahan”.
Sumber: Shalat Malam FB Account
Sumber gambar: ibnufajar86.wordpress.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar